Sabtu, 01 Juni 2013

Kamus bahasa Temanggung

Bahasa di Indonesia ini sangat beragam, termasuk bahasa jawa. Bahasa jawa di masing-masing daerah itu sangat beragam baik di jawa tengah, Yogyakarta maupun di jawa timur. Dan di Jawa Tengahpun sangat beragam misalnya ada ngapak dan lain sebagainya. Nah, kali ini saya akan menginformasikan bahasa yang biasanya diucapkan orang Temanggung:

-          Jidor (kasar)   : biarin
-          Samang          : kamu
-          Nono              : gak ada
-          Sikak (kasar)  : umpatan seseorang kalau sedang marah/ jengkel
-          Arek               : mau/akan
-          Luweh            : biarin/terserah
-          Ha-njuk          : terus/lalu
-          Mayar             : mudah
-          Mberuh           : gak tau
-          Gigal/gigol       : jatuh

Selain kata-kata di atas, biasanya logat orang Temanggung saat mengucapkan suatu kalimat depannya di tambah “ha..” misalnya: “ha njuk piye? (terus bagaimana?)”, “ha iyo”, “ha mberuh” dll. Ada juga yang akhirannya di tambah kata "..ndak/ ndak-an" yang artinya sama dengan akhiran -e pada bahasa jawa di daerah lain, misalnya: "aku durung maem ndak= aku durung maem e". Sedangkan akhiran "..ndak-an" biasanya digunakan pada kalimat tanya "samang sing lewat ngarep omah mau ndak-an?" (kamu yang lewat depan rumah tadi ya?).

Demikian mungkin yang bisa saya bagi buat temen-temen, kalau mungkin ada yang ingin tau tentang “Temanggung” lebih dalam baik dari bahasa ataupun yang lainnya yang ada di Temanggung J J J.

Jangan Gadaikan Masa Depan dengan Aborsi


Kehamilan yang tidak direncanakan mendorong banyak wanita melakukan aborsi. Dan kebanyakan aborsi di lakukan oleh pasangan yang belum menikah. Saya tertartik menulis tentang aborsi ini karena adanya fenomena raksasa “hamil di luar nikah” yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Lingkungan dan pergaulanlah yang sangat memicu kasus ini dari tahun ke tahun meningkat. Tidak sedikit pasangan yang “terjebak” dalam kasus ini memutuskan untuk aborsi dikarenakan belum siap menjadi ibu muda akibat hamil di luar nikah dan juga mungkin pasangan “si laki-laki” tidak mau bertanggung jawab.

http://google.co.id

Jika ada yang bilang bahwa seseorang yang melakukan aborsi " tidak akan merasakan apa-apa dan langsung sehat " itu adalah informasi yang sangat menyesatkan, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Harus diingat bahwa wanita yang melakukan aborsi selain berdosa karena membunuh “bayi” berisiko juga dari keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. Nah kali ini saya akan share ke temen-temen tentang bahaya aborsi.

Dalam buku "Facts of Life" yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah:

1.    Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
2.    Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
3.    Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4.    Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
5.    Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6.    Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
7.    Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
8.    Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
9.    Kanker hati (Liver Cancer).
10.  Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya.
11.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy)
12.   Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
13.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Banyak sekali kan risikonya? Selain risiko di atas, sakit dari aborsi itu luar biasa, seperti aborsi menggunakan obat, janin akan hancur dan keluar seperti gumpalan-gumpalan darah Masya Allah menakutkan sekali. Tapi tidak berhenti disitu saja karena rahim wanita yang diaborsi juga harus di kiret biar tidak membahayakn si ibu. Biayanya juga tidak sedikit lho.  Nah, sebelum memutuskan untuk aborsi mending mikir-mikir dulu deh J J J. STOP aborsi! STOP free sex!




Senin, 18 Februari 2013

Mengenal lebih jauh tentang kupu-kupu

“Aku ingin hidupku seperti kupu-kupu, mengalami metamorfosis sempurna berakhir dengan sesuatu yg indah”. Mungkin orang-orang yang kenal aku bosen denger aku ngomong seperti ini terus, hehe. Tapi cuek aja toh aku memang ingin belajar dari filosofi kupu-kupu.

http://www.google.co.id/
Siapa sih yg gak suka melihat kupu-kupu? kupu-kupu itu indah, dan menurutku sangat cantik. Tapi apakah kita pernah berfikir kalau kupu-kupu yg cantik itu dulunya hanya seekor ulat. Betul, ulat yg sebagian orang menilai ulat itu menjijikkan, bahkan kadang ulat menyebabkan alergi, tapi setelah berubah menjadi kupu-kupu yg cantik, siapa sih yg gak suka melihatnya? sangat indah bukan? J J J
Taukah kalian? kupu-kupu harus melewati tahap-tahap yang mengantarkannya menjadi sosok yg cantik ini. Dulunya ia hanya seekor ulat yang buruk rupa, hidupnya merayap di dahan dan dedaunan, dan kalau tidak beruntung hidupnya berakhir dimakan burung atau serangga pemangsanya. Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia pun mencari tempat yang aman dan berubah menjadi kepompong. Badannya terbujur kaku menggantung di dahan atau dedaunan. Ia tak peduli walau siang hari panas terik menyengatnya dan malam hari dingin menusuknya. Bahkan tak jarang hujan dan badai menerpanya. Ia tetap kokoh ditempatnya bersemedi untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang cantik dan penuh pesona keindahan. 
Beberapa waktu kemudian, akhirnya keluarlah ia dari kepompong menjadi sesuatu yang sama sekali baru, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik, jauh berbeda dari wujudnya semula. Dan kini ia telah memiliki keahlian baru lho, yaitu bisa terbang! Lalu ia pun terbang berkelana mencari kuntum-kuntum bunga yang indah untuk menghisap sari bunga dan menebarkan telur-telur penerus kehidupannya.
Tahap kehidupannya itu ia jalani dari generasi ke generasi tanpa ada satu tahap pun yang dapat ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu mana pun yang langsung menetas dari telur langsung menjadi kupu-kupu yang cantik, melainkan harus menjadi seekor ulat dan kepompong terlebih dahulu. Demikianlah, kadang kita ingin menjadi kupu-kupu yang indah, tapi kita tidak mau jadi ulat yang buruk rupa, tidak sanggup menjalani kehidupan kepompong yang tak berdaya. Maunya langsung jadi sesuatu yang indah, memukau, mengagumkan dan jadi pusat perhatian banyak orang!
Yuk, lebih jauh kita pelajari tentang kupu-kupu. Kupu-kupu termasuk ke dalam jenis serangga yang mempunyai tahap-tahap berbeda dari makhluk hidup lain. Setiap tahap pertumbuhannya mempunyai bentuk yang berbeda. Tahap-tahap pertumbuhan itu disebut metamorfosis. Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Pada serangga, metamorfosis ada dua  jenis, yaitu:

1.     Metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola)
Metamorfosis tidak sempurna adalah metamorfosis yang melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi imago (dewasa).
Nimfa adalah hewan muda yang mirip dengan hewan dewasa tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Nimfa akan mengalami molting (pergantian kulit),
setiap kali setelah molting mahluk hidup itu kelihatan lebih mirip dengan hewan dewasa. 
Contoh metamorfosis tidak sempurna : jangkrik, belalang, dan kecoa

2.     Metamorfosis sempurna (Homometabola)

Metamorfosis sempurna adalah metamorfosis yang perkembangan individu mahluk hidup melalui tahap telur–larva–pupa–imago. Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago(dewasa).
Contoh Serangga yang mengalami metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu, nyamuk, dan lebah madu.
Larva adalah ulat yang tumbuh dan khusus untuk makan serta mengalami molting beberapa kali, kemudian larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan menjadi pupa. Tahapan larva sangat berbeda sekali dengan tahapan dewasa.
Pupa merupakan tahap dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva menjadi organ tubuh. Akhirnya imago (hewan dewasa) keluar dari kepompong. 


sumber:

Kamis, 14 Februari 2013

Mie instan Gula jawa


            Mie instan? Siapa sih yang gak kenal mie instan? pasti semua orang pernah makan mie yang satu ini. terlebih lagi anak kost, rata-rata mie instan itu udah jadi bagian dari hidup anak-anak kost, apalagi pas tanggal-tanggal tua (pengalaman). Okay.. kali ini aku mau share resep mie instan, simple tapi dijamin enak.
Resep ini berasal dari adekku, namanya nika hehe. Pertama kita siapkan dulu bahan-bahannya:

1.    Mie instan kuah (kalau aku sukanya indomie)
2.    Cabe 2 buah (terserah selera masing-masing)
3.    Gula aren/jawa (kira-kira seruas jari jempol)
4.    Bawang putih  1 siung

Cara memasak:

1.    Rebus mie pada air mendidih
2.    Tuang bumbu mie di mangkuk
3.    Haluskan cabe, gula jawa dan bawang putih (gak usah terlalu halus)
4.   Bumbu yang dihaluskan campur kedalam bumbu mie instan yang ada di mangkuk
5.    Tuang mie pada mangkok (boleh di tambah saos)
6.    Taraaa.. Mie siap disajikan J J J

Walaupun keliatannya biasa dan sederhana dijamin rasanya lebih enak dari mie instan yang biasanya. ^__^



Sabtu, 15 Desember 2012

Wisudaku

15 desember 2012, hari itu tiba juga. Setelah dua tahun kurang sedikit aku berkutat dengan teman yang bernama "skripsi". Ada yang bilang skripsi itu mudah, ada yang bilang skripsi itu sulit. Menurutku skripsi itu mudah (karena udah bisa aku lewati, hehe) kalau soal penyusunannya menurut pendapatku sendiri gak gitu-gitu susah, tapi faktor dari luar itu yang sangat-sangat menghambat perjalananku kemaren, misalnya faktor dosen dan nasib. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi selama 2 tahun ini, misalnya saja laptopku kesiram air, ganti dosen, judul ganti beberapa kali, dosennya agak sensitif dan susah ditemui, dan masih banyak yang lain. Tapi alhamdulillah aku bisa melewatinya.

Menurut pengalamanku, bagi temen-temen yang akan ataupun sedang menyusun skripsi, kunci terpenting adalah kemauan dan ketekunan. Setakut apapun kita sama si dosen, harus kita temui! kemaren aku sempat 2 kali ganti dosen, awalnya desember 2010 aku mulai ajuin judul dan alhamdulillah judulku diterima, senang  rasanya judulku diterima karena waktu itu banyak juga yang gak diterima dan seangkatanku belum terlalu banyak yang diterima judulnya (walaupun ada yang udah mau selesai juga) dengan semangat 45 aku mulai nyusun outline (gak semua prodi/fakultas/kampus ada sistem outline, outline ini sebelum proposal), aku mulai nongkrongin perpus sama toko buku, beli buku dan ke tempat-tempat peminjaman buku lainnya. Dua bulan aku bimbingan outline, tiba-tiba suatu hari dosen review (pembimbing outline) bilang ke aku dan temenku (yuli, halim, jaenab) kalau outline akan di rapatkan (waktu itu kita baru sadar ternyata outline kita belum positif diterima oleh prodi).

Apa yang kita takutkan benar-benar terjadi, outline kita ber-4 ditolak semua (entah waktu itu apa alasannya, tapi biasanya kalau judul diterima, insya Allah outline juga diterima jadi bisa lanjutin ke proposal, kalau ditolak ya dari awal ngajuin judul). Walaupun udah protes tapi dosennya waktu itu ngasih alasan kalau penelitian kita waktu itu terlalu kompleks untuk jenjang S1 yang nantinya saat penelitian akan memberatkan aku. Ya sudah gak bisa nglanjutin lagi dan harus mulai dari awal yaitu "ngajuin judul".

Judul ke-2, aku ajuin ke dosen lain (dosen yang lebih senior, karena waktu itu aku berfikir kalau dosen itu lebih baik, bisa mempertahankan judul-judul kami saat rapat prodi). Di tengah perjalanan ngajuin judul ke-2 ini, ujian ke-2 datang, waktu itu aku lagi mudik, sekitar abis dhuhur hujan deras banget, enak banget buat tidur siang. Sorenya tiba-tiba adekku bilang kalau laptopku kena bocoran air hujan, aku kaget langsung nyamperin itu laptop yang udah basah kuyub, gak tau kenapa mungkin karena panik tiba-tiba aku idupin laptop itu dalam keadaan basah. waktu udah aku idupin aku baru sadar kenapa aku idupin, bodohnya aku, seharusnya aku keringin dulu, ya sudah akhirnya konslet itu laptop. Dibenerin kesana kemari selama 1 bulan tetep gak bisa, dan akhirnya aku jual saja, tapi namanya laptop rusak waktu itu cuma kejual 1,1 juta. Dan waktu itu mau buat beli laptop baru belum ada uang tambahan, akhirnya kira-kira 2 bulanan aku ngetik di rentalan. Tapi yang namanya orang nulis kan perlu mikir, perlu tempat yang nyaman dan di rental gak mungkin kita bisa berposisi "enak". Tapi tetep aku mondar mandir di rental karena waktu itu aku bener-bener pengen cepet dapet dosen pembimbing. 

Akhirnya judulku diterima dan aku mulai bimbingan outline lagi walaupun masih mondar-mandir di rental (ke perpus nulis di kertas apa yang aku pikirkan dan ke rentalan buat ngetik). Alhamdulillah beberapa bulan kemudian, bapak beliin netbook dan aku bisa lanjutin nyusun outline dengan nyaman. Tapi gak tau setelah punya netbook semangatku gak seperti saat mondar-mandir di rentalan dulu. Yah kata orang-orang, saat kita nyusun skripsi ada kalanya kita berada di satu titik kejenuhan, dan aku mengalaminya. Walaupun waktu itu aku "males" tapi tetep aku susun walaupun tidak secepat dulu lagi. Selain karena ada masalah pribadi yang menyedot pikiranku, dosennya juga ternyata agak sensitif hal itulah yang semakin membuatku "jenuh" dg skripsi.

Alhamdulillah bulan oktober 2011 outlineku diterima, dan aku secara resmi udah dapet dosen pembimbing. aku mulai ngajuin proposal, mulai bimbingan, semangatku mulai tumbuh lagi, tapi aku harus nemuin dosen yang lumayan susah (sensitif, susah ditemuin, cuek dll). Mungkin itu tantanganku kali ini pikirku waktu itu, ganti judul juga harus aku lalui lagi karena waktu itu cukup lama aku belum seminar sedangkan materi di sekolahan tempat aku mau penelitian sudah diajarkan. Akhirnya tgl 6 maret 2012 proposal aku seminarkan dan lanjut ke penelitian. Alhamdulillah saat penelitian ini lancar, guru, anak-anak dan sekolahan tempat aku penelitian sangat baik terhadapku dan sangat membantu penelitianku, 20 april aku selesai penelitian. 

Selesai penelitian aku nyusun bab IV-V dan harus bimbingan lagi dengan dosen killer itu lagi, males banget sebenarnya tapi apa mau dikata "Harus aku hadapi". Nunggu ibunya tiap hari biar bisa bimbingan, dari pagi sampai sore dan sering pulang ke kos dengan tangan kosong, seperti itu pekerjaanku nunggu di ruang prodi. Saat berhadapan dengan ibunya tanganku langsung anyep (dingin) takut sekali rasanya meskipun dia udah jadi doesn pembimbingku selama dari pembimbing outline sampe dosen pembimbing resmi. Dan ternyata bukan cuma aku saja yang merasakan seperti itu, bahkan semuanya yang dibimbing beliau ngomong kalau mereka juga merasakan seperti apa yang aku rasain gak cewek gak cowok semuanya kayak gitu.

Setelah lebaran, tepatnya bulan september 2012 skripsiku di ACC. Senang sekali dan aku cepet-cepet daftar sidang skripsi (dikampusku namanya "munaqosyah"). Hari itupun tiba 2 oktober 2012, sebenarnya bulan-bulan itu september-oktober keadaanku lagi "gak baik" tapi apapun keadaanku aku harus laluin semuanya. Dengan keyakinan dan doa ke-2 orang tuaku, aku berangkat ngadepin sidang. Dua jam berlalu dan aku bisa melewatinya. Satu hal yang gak bisa aku lupain dosen pengujiku tanya ke aku:

Dosen penguji: "mbak berapa lama nyusun skripsi?"
Aku: "kalau judul ini 1 tahun bu, tapi kalau ngajuin skripsi dari awal sampai sidang ini hampir 2 tahun bu (desember 2010-oktober2012)"
Dosen pembimbing: "lama sekali ya, tapi kelihatan dari tulisannya, penyusunannya sistematis beda dari yang saya uji kemarin-kemarin"
dalam hati rasanya seneng, walaupun aku lama sekali berkutat dengan skripsiku tapi mungkin ini hikmah yang dapat aku ambil, terimakasih dosen pembimbingku, terimakasih Allah.

Aku berhasil melewati semuanya, dan tanggal 15 desember 2012 aku wisuda. aku tau kalau wisuda bukan akhir yang harus aku capai tapi awal dari semua yang harus aku lalui. banyak sekali yang harus aku raih di depan sana, semoga jalan ke depan dipermudah, aamiin. Terimakasih Allah, terimakasih buat ke-2 orang tuaku, aku sayang kalian, terimakasih buat adekku dan keluargaku semuanya, dan gak lupa terimakasih buat temen-temenku. Banyak sekali teman-teman yang dateng buat ngucapin selamat dan hari ini aku dapet kembang banyak banget. Sekali lagi terimakasih buat semuanya, SUKSES BUAT KITA SEMUA.




Selasa, 09 Oktober 2012

Motivasi Belajar


Motivasi berasal dari kata “motif” yang dimaksud segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Nasution, 1995: 73). Menurut Santrock (2008:510), motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Pada pokoknya motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:
a.       motivasi intrinsik dan
b.      motivasi ekstrinsik
Motivasi intrinsik ini sering juga disebut motivasi murni. Motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam diri siswa sendiri tanpa pengaruh dari luar. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Motivasi ekstrinsik ini tetap diperlukan di sekolah sebab pelajaran yang ada di sekolah tidak semuanya menarik minat siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Karena itu motivasi terhadap pelajaran itu perlu dibangkitkan oleh guru sehingga para siswa mau dan ingin belajar (Hamalik, 2003:162-163)
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik penguatan (motivasi) yang dilandasi tujuan tertentu (Suprijono, 2010:162-163). 

http://www.google.co.id

Dari uraian yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.


Sabtu, 06 Oktober 2012

Hakikat Sains


Menurut Marsetio Donosepoetro yang dikutip oleh Trianto (2011: 137), pada hakikatnya sains dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Selain itu sains dipandang pula sebagai proses, sebagai produk, dan sebagai prosedur. Sebagai proses diartikan semua kegiatan ilmiah untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikan sebagai hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan dalam sekolah atau diluar sekolah ataupun bahan bacaan untuk penyebaran pengetahuan. Sebagai prosedur dimaksudkan adalah metodologi atau cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu (riset pada umumnya) yang lazim disebut metode ilmiah (scientific method).
Secara umum sains meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu biologi, fisika dan kimia. Sains merupakan ilmu yang lahir dan berkembang lewat langkah-langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep. Dapat dikatakan bahwa hakikat sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal (Trianto, 2011: 137-138).
Merujuk pada hakikat sains di atas, maka nilai-nilai sains yang dapat ditanamkan dalam pembelajaran sains antara lain sebagai berikut.
1)        Kecakapan bekerja dan berpikir secara teratur dan sistematis menurut langkah-langkah metode ilmiah.
2)        Keterampilan dan kecakapan dalam mengadakan pengamatan, mempergunakan alat-alat eksperimen untuk memecahkan masalah.
3)        Memiliki sikap ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah baik dalam kaitannya dengan pelajaran sains maupun dalam kehidupan (Trianto, 2011:141-142).
Proses belajar mengajar sains lebih ditekankan pada pendekatan keterampilan proses, hingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep, teori-teori dan sikap ilmiah siswa itu sendiri yang akhirnya dapat berpengaruh positif terhadap kualitas proses pendidikan maupun produk pendidikan (Trianto, 2011:143).